Dapatkan update Subscribe

OpenAI Klaim AI Pecahkan Navier-Stokes Berhadiah US$1 Juta, 25 Peraih Fields Medal Protes

OpenAI Klaim AI Pecahkan Navier-Stokes Berhadiah US$1 Juta, 25 Peraih Fields Medal Protes

OpenAI Klaim AI Pecahkan Navier-Stokes, Masalah Matematika Berhadiah US$1 Juta — dan 25 Peraih Fields Medal Protes

OpenAI mengumumkan pada 8 September 2026 bahwa sistem agen AI-nya menyelesaikan masalah Navier-Stokes existence and smoothness, salah satu dari tujuh Millennium Prize Problems yang dipilih Clay Mathematics Institute pada 2000 dengan hadiah US$1 juta per masalah. Klaim ini dikerjakan hingga 10.000 agen AI yang berjalan selama 88 jam dan menghasilkan bukti formal yang diverifikasi di Lean, bahasa pemeriksa bukti berbasis komputer. Namun kemenangan itu tidak disambut tepuk tangan. Sebelas hari kemudian, 25 peraih Fields Medal — termasuk Terence Tao dan Ngô Bảo Châu — menerbitkan deklarasi berjudul "A Severe Misalignment of AI in Mathematics" yang menyebut cara perusahaan AI merawat soal matematika sebagai bahan lomba justru merusak ilmu itu sendiri.

Ombak laut dengan buih dan turbulensi menggambarkan dinamika fluida yang dipelajari dalam persamaan Navier-Stokes
Foto: Nothing Ahead / Pexels

Klaim OpenAI: 10.000 Agen, 88 Jam, Satu Bukti Lean

Menurut laporan OpenAI, perusahaan meluncurkan "segerombolan" agen pada 1 September setelah mendengar kabar bahwa dua masalah Millennium Prize dikabarkan sudah dipecahkan pihak lain. Kelompok agen dibagi menjadi tim-tim dengan arah berbeda: sebagian diminta membuktikan bahwa solusi tetap halus, sebagian lain mencari titik di mana solusi justru blow up atau meledak.

Angka yang dirilis OpenAI:

  • ±10.000 agen berjalan bersamaan, hasil ditemukan sekitar 88 jam setelah agen pertama diluncurkan (5 September).
  • 2,7 juta pesan dan ±130 miliar token keluaran hanya untuk Navier-Stokes; total lintas semua masalah 4,9 juta pesan dan ±300 miliar token.
  • Formalisasi bukti di Lean butuh 17 jam tambahan lewat model GPT-6 Astra.
  • Model utama tidak disebutkan namanya dan belum dirilis — digambarkan "jauh lebih mampu daripada GPT-6 Astra", dilatih sejak 28 Agustus, dan diperbarui di tengah proses.

Hasil yang diklaim: fluida yang mulanya halus dapat mengembangkan singularitas dalam waktu berhingga, dengan gaya halus yang bekerja dan energi tetap berhingga sepanjang dinamika. OpenAI menyatakan ini menyelesaikan dua dari empat pernyataan dalam formulasi resmi Clay, yaitu pernyataan C dan D. Perusahaan juga menegaskan tidak berniat mengklaim hadiah uangnya.

Peneliti OpenAI menyebut biaya komputasi "beberapa juta dolar"; estimasi BBC menyebut sekitar US$10 juta jika dihitung dengan harga API publik. Sekadar konteks: satu upaya OpenAI-Harmonic memecahkan masalah Erdős pada Januari lalu, dan sebagian matematikawan mempertanyakan kebaruannya karena hasil itu menyerupai karya manusia yang sudah ada.

Apa Sebenarnya Masalah Navier-Stokes?

Persamaan Navier-Stokes ditulis pada pertengahan abad ke-19 untuk menggambarkan gerak fluida: arus laut, udara di atas sayap pesawat, darah di pembuluh. Pertanyaannya berbunyi sederhana: apakah persamaan itu selalu menghasilkan solusi yang halus untuk fluida 3D, atau bisa muncul singularitas — titik di mana model matematisnya runtuh dan wilayah fluida yang sangat kecil berputar tanpa batas dalam waktu berhingga?

Pada 1934 Jean Leray membuktikan solusi ada dalam pengertian umum, tetapi pertanyaan kehalusan tetap terbuka sekitar 90 tahun. Hasil OpenAI memang menemukan contoh singularitas, tetapi penting dicatat: ini soal perilaku model matematika ideal, bukan ramalan bahwa air atau udara akan berperilaku mustahil di dunia nyata. Bagi praktisi teknik, tidak ada yang berubah besok pagi.

Sengketa Prioritas dengan Matematikawan NYU

Kemenangan itu tidak datang tanpa perebutan klaim. Tristan Buckmaster dari NYU Courant dan Levent Alpöge dari Anthropic menerbitkan hasil yang sangat terkait sekitar 12 jam lebih dulu, memakai beberapa model termasuk Codex milik OpenAI. Buckmaster menuduh informasi tentang kemajuan mereka "diteruskan ke OpenAI" pada 3 September, dan upaya OpenAI baru dimulai setelahnya. OpenAI membantah: perusahaan mengucapkan selamat atas "karya paralel", mengaku tidak melihat karya mereka "dengan cara apa pun sampai mereka merilisnya ke publik", dan menyebut bukti keduanya berbeda secara signifikan.

Kedua kubu sama-sama berdiri di atas teknik "infinite cascade" dari Diego Córdoba (Madrid) dan mantan mahasiswanya Luis Martínez-Zoroa, yang membangun solusi lapis demi lapis tanpa bantuan komputer. Charles Fefferman dari Princeton, penulis rumusan masalah Clay, menyebut duo itu "pahlawan dalam cerita ini". Buckmaster bahkan berkata Martínez-Zoroa "pantas mendapat Fields Medal".

25 Peraih Fields Medal Terbitkan Pernyataan Keras

Pada 11 September, 25 peraih Fields Medal menerbitkan deklarasi "A Severe Misalignment of AI in Mathematics" di mathandai.org. Penandatangan termasuk Terence Tao (2006), Ngô Bảo Châu (2010), Pierre Deligne (1978), Peter Scholze (2018), Maryna Viazovska (2022), Cédric Villani (2010), dan Yu Deng, salah satu penerima Fields 2026.

Dua kutipan inti dari deklarasi tersebut:

"solving problems is only a tool and proxy for achieving the primary goal of conceptual understanding and insight"
"the mass production at faster and faster pace of 'true/false' statements could destroy fertile ground instead of breathing life into new ideas"

Para matematikawan menilai solusi yang diumumkan tergesa-gesa, tanpa penulisan yang layak, tanpa mengisolasi metode dan ide baru, serta tanpa sitasi karya sebelumnya — dan memunculkan persoalan atribusi serta plagiarisme. Mereka juga menyebut rantai transmisi manusia yang menjaga ide tetap hidup di komunitas matematika bisa putus jika AI memproduksi jawaban langsung tanpa proses diskusi, penyederhanaan, dan penulisan ulang yang biasanya memakan bertahun-tahun.

Kekhawatiran ini bukan cuma milik penandatangan senior. Terence Tao sudah memperingatkan lebih awal kepada The New York Times: "The effort needed to solve problems is often very instructive." Ia juga menulis benang diskusi soal solusi AI yang prematur pada 3 September, hari yang sama dengan email Buckmaster ke matematikawan di OpenAI.

Aturan Clay: Verifikasi Formal Bukan Berarti Diterima

Bukti Lean menjamin setiap langkah logis mengikuti aturan sistem, tetapi tidak membuktikan bahwa formalisasi itu persis seperti yang dibaca matematikawan di rumusan masalah Clay. Clay Mathematics Institute memiliki proses sendiri: hasil harus dipublikasikan di jurnal yang ditinjau sejawat, ditunggu minimal dua tahun, lalu diterima secara luas oleh komunitas. Dengan jadwal itu, konfirmasi resmi paling cepat sekitar 2029 — dan hanya satu dari tujuh masalah yang pernah terpecahkan sejauh ini, yaitu konjektur Poincaré, yang pemecahnya Grigori Perelman justru menolak hadiahnya.

FAQ

Apakah OpenAI benar-benar memecahkan masalah Navier-Stokes?

Belum ada konsensus. OpenAI mengklaim menemukan singularitas dan buktinya terverifikasi formal di Lean, tetapi verifikasi Clay (jurnal, dua tahun, penerimaan luas) belum terjadi, dan sebagian matematikawan mempertanyakan kebaruan serta prosesnya.

Mengapa matematikawan marah, bukan senang?

Mereka khawatir perusahaan AI memperlakukan masalah ikonik sebagai tolok ukur lomba, mengumumkan hasil tanpa penulisan dan sitasi yang layak, sehingga merusak proses ilmiah yang membuat ide bisa hidup dan diwariskan.

Apakah singularitas Navier-Stokes berarti fluida sungguhan bisa "meledak"?

Tidak. Singularitas itu ada di model matematika yang mengasumsikan fluida mulus sempurna dan dapat dibagi tak terhingga. Fluida nyata bersifat molekuler, jadi praktik rekayasa tidak berubah.

Apa itu bukti Lean?

Lean adalah bahasa pemeriksa bukti formal. Ia memastikan setiap langkah deduksi mengikuti aturan sistem — seperti memeriksa setiap baris kode program — tetapi tidak menilai apakah rumusan yang dibuktikan memang masalah yang dimaksud.

Langkah berikutnya: baca sendiri buktinya di repositori openai/NavierStokesAndEuler di GitHub dan deklarasi lengkap 25 peraih Fields Medal di mathandai.org, lalu bandingkan klaim OpenAI dengan tanggapan Buckmaster dan Alpöge sebelum menarik kesimpulan.

Sumber:

  • OpenAI — On the Navier-Stokes Millennium Prize Problem (8 September 2026) — https://openai.com/index/navier-stokes-solution/
  • TechSpot — OpenAI claims 10,000 of its AI agents solved one of mathematics' hardest problems in 88 hours (2026) — https://www.techspot.com/news/113785-openai-claims-10000-ai-agents-solved-one-mathematics.html
  • CellCog — Navier-Stokes: OpenAI's 10,000-Agent Proof and the Dispute (8 September 2026) — https://cellcog.ai/blog/openai-navier-stokes/
  • The Agent Report — OpenAI's 10,000 Agents Crack Navier-Stokes (2026) — https://the-agent-report.com/2026/09/openai-navier-stokes-10000-agents-millennium-prize-2026/
  • Math and AI — Declaration: A Severe Misalignment of AI in Mathematics (11 September 2026) — https://mathandai.org/

Posting Komentar