Snap secara resmi memperkenalkan generasi terbaru dari kacamata augmented reality (AR) mereka, Spectacles (Specs), pada Kamis (17/9) dengan harga fantastis mencapai $2.195 atau sekitar Rp33,7 juta. Perangkat mandiri ini tidak lagi memerlukan koneksi ke ponsel atau unit pemrosesan eksternal, menandai ambisi besar perusahaan untuk mendominasi pasar komputasi spasial di depan para kompetitornya.
Kacamata Specs terbaru ini hadir dengan desain yang lebih ringkas meskipun tetap memiliki bobot 132 gram, hampir dua kali lipat dari kacamata pintar standar namun diklaim tetap nyaman berkat distribusi berat yang seimbang. Dilengkapi dengan prosesor Qualcomm ganda dan sistem pendingin aktif, perangkat ini mampu menjalankan aplikasi AR kompleks selama empat jam dalam satu kali pengisian daya penuh.
Menurut laporan dari The Verge, salah satu peningkatan paling signifikan adalah luas pandang (field of view) yang kini mencapai 51 derajat, memberikan area visual digital yang lebih luas dibandingkan versi sebelumnya. Meskipun demikian, keterbatasan luas pandang masih menjadi catatan karena objek digital tetap dapat terpotong jika pengguna menggerakkan kepala terlalu cepat, yang terkadang merusak ilusi imersif yang coba dibangun.
Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah "Shared AR", yang memungkinkan beberapa pengguna Specs di lokasi yang sama untuk melihat dan berinteraksi dengan objek digital yang sama secara real-time. Fitur ini didukung oleh Snap OS yang mampu mengunci posisi objek digital pada ruang fisik dengan presisi tinggi, memungkinkan interaksi sosial yang lebih dinamis dalam lingkungan augmented reality.
Namun, harga premium yang ditawarkan memicu skeptisisme di kalangan investor, yang menyebabkan saham Snap sempat turun hingga 10 persen sesaat setelah pengumuman tersebut. Dengan banderol harga yang jauh di atas perangkat konsumer pada umumnya, Snap tampaknya lebih menargetkan komunitas pengembang dan antusias teknologi sebagai basis pengguna awal untuk membangun ekosistem aplikasi di platform mereka.
Persaingan di sektor AR sendiri semakin memanas dengan keterlibatan pemain besar seperti Meta, Apple, dan Google yang masing-masing sedang mengembangkan solusi serupa. Tantangan utama bagi Snap ke depan adalah bagaimana meyakinkan pengembang untuk beralih ke ekosistem Lens Studio milik mereka di tengah keterbatasan basis pengguna dan kekhawatiran privasi terkait penggunaan kamera di ruang publik.
Spesifikasi Teknis dan Performa
Specs menggunakan lensa 47mm dan 52mm dengan display waveguide yang mampu menghasilkan 16 juta warna. Untuk interaksi, perangkat ini mengandalkan pelacakan tangan (hand tracking) yang memungkinkan pengguna untuk memilih menu atau berinteraksi dengan objek digital hanya dengan gerakan mencubit atau menunjuk di udara, tanpa memerlukan pengontrol fisik tambahan.
Integrasi AI dan Ekosistem Perangkat
Snap juga menyertakan asisten suara "Hey Specs" yang didukung oleh kecerdasan buatan untuk membantu navigasi dan pencarian informasi. Selain itu, terdapat "Travel Mode" yang secara khusus dirancang untuk menstabilkan visual AR saat pengguna berada di dalam kendaraan yang bergerak seperti pesawat atau kereta api, memastikan konten tetap sinkron dengan persepsi visual pengguna.
Sumber: The Verge, 17 September 2026.