SpaceX Catat IPO Terbesar dalam Sejarah: Saham Naik 19% di Hari Pertama, Tapi Lockup Jadi Bom Waktu
13 September 2026 · Ringkasan berita pasar modal dari Benzinga
Foto: Forest Katsch / Pexels
Space Exploration Technologies Corp (NASDAQ: SPCX) mencatat debut pasar paling bersejarah pada 12 Juni 2026 — IPO terbesar sepanjang sejarah pasar saham global. Perusahaan roket milik Elon Musk ini melantai di Nasdaq dengan harga IPO 135 dolar AS per saham, dan langsung ditutup di 160,95 dolar AS pada hari pertama, naik 19,22 persen.
Angka-angka rekor
- Harga IPO: 135 dolar AS — ditetapkan tetap tanpa proses roadshow konvensional
- Modal terkumpul: sekitar 75 miliar dolar AS, terbesar dalam sejarah IPO
- Saham dilepas: 555,6 juta lembar, seluruhnya saham primer — tidak ada insider yang menjual
- Pembukaan: 150 dolar AS; tertinggi intraday 170 dolar AS; penutupan 160,95 dolar AS (+19,22%)
- Kapitalisasi pasar saat penutupan hari pertama: sekitar 2,11 triliun dolar AS
- Permintaan oversubscribed sekitar 2x: order 150 miliar dolar AS vs saham tersedia 75 miliar dolar AS
- Free float hanya sekitar 4 persen
Foto: Pixabay / Pexels
Musk jadi triliuner pertama
Dengan valuasi pasca-IPO, kepemilikan Elon Musk di SpaceX bernilai sekitar 1,26 triliun dolar AS. Ditambah kepemilikan Tesla, kekayaannya menembus level yang belum pernah dicapai individu mana pun — secara resmi membuatnya orang pertama di dunia dengan status triliuner.
Analis Wedbush Securities, Dan Ives, menyebut debut ini "watershed moment" dan menilai ini menjadi pembuka siklus IPO super besar, dengan Anthropic dan OpenAI diproyeksikan menyusul. Catatan Benzinga menyebut OpenAI ditaksir masuk Q4 2026 dengan valuasi sekitar 1 triliun dolar AS dan kandidat IPO lain bernilai nyaris 1 triliun dolar AS, menggabungkan lebih dari 200 miliar dolar AS dana yang tersedot dari pasar hanya dalam enam bulan.
Bom waktu lockup
Struktur lockup SPCX tidak biasa. Pasar saham AS umumnya memakai periode kunci 180 hari. SpaceX justru menerapkan:
- Tranche 20 persen untuk insider: hari dagang kedua setelah laporan laba Q2 2026 (diperkirakan sekitar awal September 2026)
- Tranche 10 persen: dipicu kinerja — jika SPCX ditutup setidaknya 30 persen di atas 135 dolar AS (di atas 175,50 dolar AS) selama 5 dari 10 sesi
- Lockup standar 180 hari: berakhir sekitar pertengahan Desember 2026
- Elon Musk dan pemegang saham besar: terkunci hingga sekitar Juni 2027 — setahun lebih lama dari standar 366 hari
Benzinga mengingatkan pola historis lockup: Palantir terkoreksi 6 persen dalam satu sesi saat lockup habis dan Peter Thiel menjual puluhan juta saham; Rivian jatuh sekitar 20 persen dalam sehari ketika Ford mengumumkan penjualan kepemilikan di titik 180 hari; Uber menyentuh level terendah pada hari lockup berakhir dan mengoreksi 40 persen dari harga IPO.
Fundamental bisnis
Menurut dokumen S-1: Starlink mencatat pendapatan 11,4 miliar dolar AS pada 2025 dengan laba operasi 4,4 miliar dolar AS dan margin EBITDA sekitar 63 persen. Pelanggan Starlink lebih dari dua kali lipat dalam setahun, dari 4,4 juta menjadi 10,3 juta. Ada pula kesepakatan komputasi dengan Anthropic senilai 1,25 miliar dolar AS per bulan di pusat data xAI.
Pasar kini memberi harga SpaceX seperti perusahaan AI murni, bukan sekadar penyedia satelit. Dengan free float kecil, pergerakan harga hari pertama lebih banyak ditentukan posisi mekanis — indeks MSCI World dan MSCI ACWI sudah memasukkan SPCX sehari setelah listing — daripada fundamental.
Kesimpulan: rekor IPO hanyalah babak pertama. Babak kedua — gelombang pasokan saham saat lockup mulai terbuka September hingga Desember 2026 — akan menentukan apakah reli SPCX bertahan atau mengulang pola koreksi IPO spekulatif sebelumnya.
Sumber: Benzinga — "SpaceX Stock Closes Up 19% In Record-Shattering IPO Debut" (12 Juni 2026, benzinga.com/markets/ipos/26/06/53180108) dan "Holding SpaceX Since The IPO? Why I'd Use The Strength To Sell" (18 Juni 2026, benzinga.com/Opinion/26/06/53294246). Angka mengikuti laporan sumber; bukan rekomendasi investasi.